Mangku Pastika Beber Alasan Menjadi Cagub

Pengalaman pahit masa kecil menjadi salah satu bekal Made Mangku Pastika mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Bali 2008-2013. Berpasangan dengan AA Puspayoga, kandidat yang diusung PDI Perjuangan ini bertekad menuju Bali Mandara (Maju, Aman, Damai & Sejahtera). Kisah ini diungkapkan Mangku Pastika dalam mesimakrama di Jaba Puri Agung Jero Kuta Jl Dr Soetomo Denpasar, Senin (14/4).

Mangku Pastika yang menjadi tokoh penting pengungkapan teror Bom Bali mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh kegetiran. Ketika Gunung Agung meletus, keluarganya termasuk di antara 8.000 orang yang mengungsi ke Bengkulu. Tapi pilihan transmigrasi ini penuh nestapa, karena tiap tahunnya hampir 3.000 jiwa meninggal dihantam malaria hingga kelaparan.
Untuk bersekolah, pria kelahiran Ds.Gerokgak Buleleng ini juga memprihatinkan. “Saya belajar dan menulis pakai kertas rokok. Kalau ujian barulah saya minta teman,” kenang Pastika. “Tapi itu tidak gratis, saya harus mau memberi contekan pada teman yang memberi kertas,” katanya tersenyum pahit.
Saat duduk di bangku SMA, keluarga Pastika pindah ke Palembang. Masa sulit kembali dilaluinya. Kehidupan serba pas-pasan, apalagi ayah Pastika hanyalah seorang tukang kebun, sedangkan sang ibu menjadi tukang cuci. Namun dengan tekad besar, lelaki kelahiran 22 Juni 1951 ini bisa meneruskan cita-citanya; masuk AKABRI.
“Saya perlu menceritakan kehidupan pahit ini untuk mengingatkan kesulitan hidup. Karena itulah saya memutuskan kembali ke Bali dengan harapan rakyat yang masih tertinggal, miskin, belum bisa bersekolah, belum bisa berobat dapat lebih maju dan sejahtera,” kata polisi berpangkat Inspektur Jenderal yang kini menjabat Kalakhar BNN (Badan Narkotika Nasional).
Konsep Bali Mandara (Maju, Aman, Damai & Sejahtera) itul;ah yang dianggap Pastika bisa membawa masyarakat Bali lebih baik. “Semoga dengan keberpihakan PDIP pada wong cilik, harapan ini tercapai. Karena bagaimanapun juga PDIP adalah rumah besar kaum nasionalis,” kata Pastika.
Kepedulian pada wong cilik itu pula yang ditunjukkan PDIP dengan berbagai kegiatan sosial. Seperti yang dilakukan di sela-sela mesimakrama yang diikuti komponen PDIP Denpasar Barat dan Denpasar Utara adalah diadakannya pengobatan gratis. Selain itu diserahkan pula bantuan kursi roda dan alat bantu dengar bagi warga yang membutuhkan. Selain itu diserahkan pula bantuan busana untuk Jero Mangku dan Pecalang. Bahkan secara simbolis diserahkan bantuan bibit tetanduran untuk mendukung gerakan penghijauan.

http://balimubaliku.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: